Kompetensi utama kecerdasan emosi yang membuat seseorang memiliki kepribadian yang utuh adalah sebagai berikut:
(1) Kesadaran-diri emosional: seberapa jauh Anda mampu mengenali perasaan sendiri.
(2) Ekspresi emosional: kemampuan mengekspresikan perasaan dan naluri.
(3) Kesadaran akan emosi orang lain: kemampuan mendengarkan, merasakan atau mengintuisikan perasaan orang lain dari kata, bahasa tubuh, maupun petunjuk lain.
(4) Kreativitas: berhubungan dengan berbagai sumberdaya non-kogntif yang dapat membantu menelurkan ide baru, menemukan solusi alternatif dan cara efektif melakukan sesuatu.
(5) Kegigihan/fleksibilitas/adaptabilitas: ulet dan tetap berhasrat serta berharap walaupun ada halangan.
(6) Hubungan antarpribadi: menciptakan dan mempertahankan jejaring dengan orang-orang yang bersamanya Anda menjadi realitas yang utuh.
(7) Ketidakpuasan konstruktif: kemampuan tetap tenang dan fokus dengan emosi yang tidak meningkat sekalipun dalam perselisihan.
(8) Wawasan/ Optimisme: positif dan optimistik.
(9) Belas kasihan/ empati: kemampuan berempati dan menghargai perasaan orang lain.
(10) Intuisi: kemampuan mengenali, mempercayai, dan menggunakan perasaan kuat yang muncul dari dalam, serta respons kognitif lain yang dihasilkan oleh indera, emosi, pikiran, dan tubuh.
(11) Kesengajaan: mengatakan apa maksud Anda dan tekad untuk melaksanakan apa yang Anda katakan; bersedia tahan terhadap gangguan dan godaan agar dapat
bertanggung jawab atas segala tindakan dan sikap.
(12) Radius kepercayaan: mempercayai bahwa seseorang itu “baik” sampai terbukti sebaliknya; namun, tidak juga terlalu mempercayai seseorang.
(13) Kekuatan pribadi: yakin dapat menghadapi segala tantangan dan hidup sesuai dengan pilihan.