Pertemuan dengan APIQ sepertinya memang sudah diatur.  Awalnya saya bernafsu untuk menjalin kerjasama dengan salah satu kursus yang mengajarkan salah satu alat berhitung aritmetika untuk saya pakai di lokasi Pondok Gede dan Cipinang Muara, tetapi apa mau dikata, yang di Pondok Gede tidak lulus survey karena lokasi kurang dari 3 km dari lokasi mereka yg sudah ada sampai saya survey sendiri ke lokasi mereka yg sudah ada dan sampai saat ini saya belum bertemu karena agak masuk gang, katanya…. Di Cipinang Muara, saya coba merangkul lokasi mereka yg lokasinya tidak jauh dari lokasi kami, karena saya ingin bersinergi dan disamping itu jumlah siswa kita, maaf bukan mau sombong, hampir 10 x siswa mereka, setelah mereka hitung dan memang jauh menguntungkan bagi mereka, tetapi mereka bilang tidak perlu kerjasama karena mereka masih mampu kok untuk sendiri.  Sedikit kesal saat itu, lalu saya turunkan titah (he..he..he) kepada staf saya untuk cari kerjasama kursus Matematika, sekali lagi KURSUS MATEMATIKA, bukan alat bantu untuk menghitung salah satu bagian dari Matematika.  Besoknya pagi staf saya laporan kalau dia sudah menemukan APIQ.

Untuk bertemu dengan Penemu APIQ, Bp.Ir.Agus Nggermanto ternyata tidak mudah dan saya dijadwalkan agak terlalu lama.  Karena sudah ngebet mau bertemu dengan Founder APIQ, tim saya pun berangkat ke Bandung, jemput bola.  Disana kami bertemu dengan keluarga besar APIQ dan calon Master APIQ, Pak Unang dan keluarga.  Ternyata pertemuan di Bandung berlanjut dan Pak Unang meminang kita untuk menjadi Master APIQ, bersama-sama mengembangkan APIQ.

Alhamdulillah, dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, kami sudah membukakan 4 cabang APIQ di Jakarta.  Bagi kami, APIQ dengan sistem pengajaran yang sangat baik, ide yang brilliant (pinjam kata-kata staf saya), Insya Allah akan cepat berkembang….