family


Angka nol ditemukan oleh AlKhawaritzmi setelah sang Bapak Aljabar ini merasa aneh karena pada saat akan menuliskan angka tiga puluh, dia akan membuat kotak dimana kotak yang kiri diisi angka 3 dan kotak yang kanan dibiarkan kosong melompong.(http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/05/revolusi-alkhawaritzmi-matematika-sistematis/). Baru kemudian angka nol ditemukan dari India yang berarti kehampaan atau kekosongan. Terima kasih kepada Alkhawaritzmi atas penemuannya ini.
Dalam bahasa Inggris, penyebutan angka nol-pun bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Pernah tidak pada saat kita menonton pertandingan Badminton kelas dunia, sang wasit akan menghitung misalnya 2-0 dengan sebutan two-love, kok dia tidak bilang two-zero sebagaimana yang kita ketahui bahwa angka nol adalah zero dalam bahasa Inggris.
Mari kita bahas penyebutan angka nol dalam bahasa Inggris:
1. “Oh”, biasanya digunakan dalam konteks pengucapan no telfon terutama dalam British English, sementara dalam American English mereka memakai zero. Tapi saat ini keduanya dipakai dalam penyebutan angka nol dalam konteks nomor telfon.
Sebagai contoh: 8605480 = eight six oh five four eight oh
2. “Nought”, biasanya dalam konteks Matematika digunakan penyebutan ini dalam bentuk desimal. Misalnya: 0,8 = nought point seven, tetapi dapat menggunakan oh juga seperti 6,03 = six point oh three. Penyebutan ini mengingatkan saya pada salah satu makanan kesukaan kita yaitu donat. Konon aslinya kata donat adalah “doughtnought” kemudian dipersingkat menjadi “doughtnut” karena masih kepanjangan akhirnya menjadi “donut”. Itulah sebabnya bentuk donat bulat kali ya…..
3. “Zero”, pengucapan ini paling sering digunakan oleh orang, tetapi kita dapat mengkhususkan dalam pengucapan dalam konteks Temperatur.
Misalnya: -10 degrees = ten degrees below zero/minus ten degress.
4. “Nil”, biasanya ini digunakan dalam konteks olahraga lapangan luas yang melibatkan tim seperti sepak bola. Misalnya dalam sepak bola hasil pertandingan 2-0 = two nil.
5. “Love”, biasanya digunakan dalam konteks olahraga lapangan menggunakan alat seperti badminton, tennis, misalnya: 15-0 = fifteen love.
Penyebutan yang terakhir ini memang unik. Love diartikan sebagai angka nol dimana angka nol berarti kekosongan atau kehampaan, jadi…..silahkan simpulkan sendiri

Advertisements

“Ada murid yang tidak bisa diatur??? Masukkan saja ke kelas saya!!!!!Gak ada murid yang gak bisa saya tangani!!!!!”, itulah sekelumit sesumbar dari seorang guru di suatu sekolah pre-school yang mencantumkan embel-embel Montessori. Memang kelas itu menjadi hening dan mencekam.
Di lain waktu dengan guru yang sama, didepannya ada seorang anak yang menangis meraung-raung dan bergulingan, tetapi seperti tidak terjadi apapun sang guru pun “cuek bebek”……
Dr.Maria Montessori jika masih hidup dan melihat hal ini, tentu dia akan sangat sedih…..karena saya yakin metode montessori yang diajarkan beliau bukan seperti itu……
Jangankan Dr.Montessori, teman saya selaku praktisi pendidikan yang berkecimpung di dunia anak-anak, rasanya sangat geram mendengar hal tersebut. Terlintas dalam fikiran teman saya….kok bisa ya orang seperti itu menjadi seorang guru, apalagi untuk anak-anak karena pada usia itu adalah golden age, diharapkan anak mendapatkan asupan yang positif bukan yang kasar dan bernilai negatif.
Bagaimana sih disiplin dalam sekolah berbasis Montessori? Teman saya mengutip bahwa “The children do not think of their teachers as being strict or mean. Techniques of force or power are not used.” “Anak-anak tidak akan berfikir bahwa guru mereka galak atau kejam. Cara-cara yang menunjukkan kekuasaan tidak digunakan.”
Dia juga mengutip hal yang berkaitan dengan guru tentang perbedaan sekolah berbasis Montessori dengan yang lainnya,“Montessori teachers are trained to teach respect and positive values through their modeling as well as through the way they teach.” “Para guru Montessori terlatih untuk mengajar dengan memberikan perhatian dan nilai-nilai postif dengan memberikan contoh-contoh yang berkenaan dengan hal itu disaat mereka mengajar”.
Menurut Anda apakah perilaku guru diatas pantas mengajar di Montessori? Atau sang sekolah tidak memahami esensi dari pembelajaran montessori sehingga sehingga tetap mempertahankan dan tidak menegur guru tersebut? Bagaimana efeknya bagi perkembangan psikologi anak jika dari usia dini belajar mereka sudah dibentak-bentak dan kurang dikasihi????
Anda sendiri yang bisa menjawabnya…….

Yakin…..

Kata yang sering sekali kita dengar.

Seorang guru tidak akan dapat mengajar dengan baik jika tidak YAKIN bahwa materi yang diajarkannya memang berguna dan bermanfaat bagi siswanya atau bahkan dia tidak YAKIN bahwa dia menguasai materi tersebut.

Seorang marketing tidak akan bisa menjual dengan baik jika tidak YAKIN akan produk yang ditawarkannya.

Seorang penganut agama tidak akan dapat melaksanakan pedoman keagamaannya dengan baik jika ia tidak YAKIN akan kebenaran agama yang dianutnya.

Seorang pemimpin tidak akan diikuti oleh pengikutnya jika ia tidak bisa menunjukkan keyakinan akan hal yang menjadi tujuan dari organisasinya.

So…pelajari, pahami, yakin dan lakukanlah tapi jangan lupa untuk selalu berdo’a……..

Suatu waktu dulu, salah seorang orang tua siswa kami bercerita kalau anaknya di yang duduk di bangku TK dimarahi dan di suruh berdiri di depan kelas karena tidak mau menulis dan membaca.

Mendengar hal ini, saya cukup berang…yang terfikir oleh saya bahwa apakah sang guru tersebut yang sehari-harinya mengajar anak-anak paham dengan dunia anak?…paham dengan psikologi perkembangan anak?  Apakah dia tahu kalau usia anak-anak itu usia bermain sambil belajar?  Kalaupun mengajar anak-anak baca tulis yang semestinya tidak dianjurkan diajarkan pada usia TK, tetap tidak meninggalkan unsur bemain dan menyenangkan????  Guru oh guru……

Alhamdulillah, begitu saya mendengar istri-ku tercinta hamil lagi.

Alhamdulillah, Allah kembali mempercayakan kami untuk menjaga titipan-Nya.

Insya Allah anak akan membukakan pintu rejeki juga untuk orang tuanya…..Amin.

Pertemuan dengan APIQ sepertinya memang sudah diatur.  Awalnya saya bernafsu untuk menjalin kerjasama dengan salah satu kursus yang mengajarkan salah satu alat berhitung aritmetika untuk saya pakai di lokasi Pondok Gede dan Cipinang Muara, tetapi apa mau dikata, yang di Pondok Gede tidak lulus survey karena lokasi kurang dari 3 km dari lokasi mereka yg sudah ada sampai saya survey sendiri ke lokasi mereka yg sudah ada dan sampai saat ini saya belum bertemu karena agak masuk gang, katanya…. Di Cipinang Muara, saya coba merangkul lokasi mereka yg lokasinya tidak jauh dari lokasi kami, karena saya ingin bersinergi dan disamping itu jumlah siswa kita, maaf bukan mau sombong, hampir 10 x siswa mereka, setelah mereka hitung dan memang jauh menguntungkan bagi mereka, tetapi mereka bilang tidak perlu kerjasama karena mereka masih mampu kok untuk sendiri.  Sedikit kesal saat itu, lalu saya turunkan titah (he..he..he) kepada staf saya untuk cari kerjasama kursus Matematika, sekali lagi KURSUS MATEMATIKA, bukan alat bantu untuk menghitung salah satu bagian dari Matematika.  Besoknya pagi staf saya laporan kalau dia sudah menemukan APIQ.

Untuk bertemu dengan Penemu APIQ, Bp.Ir.Agus Nggermanto ternyata tidak mudah dan saya dijadwalkan agak terlalu lama.  Karena sudah ngebet mau bertemu dengan Founder APIQ, tim saya pun berangkat ke Bandung, jemput bola.  Disana kami bertemu dengan keluarga besar APIQ dan calon Master APIQ, Pak Unang dan keluarga.  Ternyata pertemuan di Bandung berlanjut dan Pak Unang meminang kita untuk menjadi Master APIQ, bersama-sama mengembangkan APIQ.

Alhamdulillah, dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, kami sudah membukakan 4 cabang APIQ di Jakarta.  Bagi kami, APIQ dengan sistem pengajaran yang sangat baik, ide yang brilliant (pinjam kata-kata staf saya), Insya Allah akan cepat berkembang….

“Anakmu siapa namanya?”tanya temanku. “NANDO….”. “Oooo…Fernando ya….”. “Gak juga sih…namanya Acaryanandana”.  “Loh..kok????”.

Namanya Acaryanandana Alif Fajar, awalnya kita panggil Nanda, tapi kok kayaknya kurang serem ya untuk anak cowok.  Terus terlintas ide, karena bundanya dari Padang, dimana biasanya di Padang kalo Bunda dipanggil Bundo so jadilah Nanda jadi NANDO…..

“Susah ya namanya disebut…”.  Neneknya aja susah nyebut nama panjang cucunya.  Acaryanandana dari kata Acary dan Nandana.  Konon katanya Acary dalam bahasa Sansekerta artinya Guru sedangkan Nandana artinya anak laki-laki.  Karena ayah bundanya guru so jadilah Acaryanandana yang artinya anak laki-laki guru.