Sebagai pengguna jalan raya di ibukota jakarta, merupakan hal yang lumrah melihat pemandangan menerobos lampu merah bersama. Jika kita perhatikan, jumlah kendaraan roda dua yang banyak dapat menyerobot lampu merah bersama-sama dan kendaraan dari arah jalan yang sebenarnya lampu lalin-nya masih hijau-pun menjadi berhenti.
Ternyata dengan kebersamaan kita bisa…….menerobos lampu merah dan jalan duluan…..Tetapi tidak jarang kebersamaan menerobos lampu merah tersebut malah berakibat fatal dengan terjadi kecelakaan antar sesama penyerobot. Loh…kan bersama kita bisa…benar…..tetapi ternyata tetap harus ada yang memimpin, yang memberikan arahan dan mengatur kebersamaan itu. Bersama-sama bisa tapi kalau tidak ada pemimpin malah akan gontok-gontokan……

Advertisements

Alhamdulillah, begitu saya mendengar istri-ku tercinta hamil lagi.

Alhamdulillah, Allah kembali mempercayakan kami untuk menjaga titipan-Nya.

Insya Allah anak akan membukakan pintu rejeki juga untuk orang tuanya…..Amin.

“Anakmu siapa namanya?”tanya temanku. “NANDO….”. “Oooo…Fernando ya….”. “Gak juga sih…namanya Acaryanandana”.  “Loh..kok????”.

Namanya Acaryanandana Alif Fajar, awalnya kita panggil Nanda, tapi kok kayaknya kurang serem ya untuk anak cowok.  Terus terlintas ide, karena bundanya dari Padang, dimana biasanya di Padang kalo Bunda dipanggil Bundo so jadilah Nanda jadi NANDO…..

“Susah ya namanya disebut…”.  Neneknya aja susah nyebut nama panjang cucunya.  Acaryanandana dari kata Acary dan Nandana.  Konon katanya Acary dalam bahasa Sansekerta artinya Guru sedangkan Nandana artinya anak laki-laki.  Karena ayah bundanya guru so jadilah Acaryanandana yang artinya anak laki-laki guru.