Menyebutkan sebuah tanggal merupakan hal yang sederhana, tetapi dalam berbahasa Inggris yang benar terkadang ini cukup membingungkan.
Mari kita membahasnya. Untuk menyebut angka dalam penanggalan kita tidak menggunakan penyebutan angka biasa seperti one, two, three dan seterusnya tetapi kita menggunakan first, second, third, dan seterusnya. Mungkin ini didasari suatu urutan bahwa pada penanggalan disebut hari ke-1 untuk tanggal 1, hari ke-19 untuk tanggal sembilan belas dan seterusnya.
Dalam penyebutan penanggalan ada 2 cara yaitu menyebutkan tanggal terlebih dahulu dan menyebutkan bulan terlebih dahulu. Sebagai contoh :
03 February = February the third atau the third of February
6 May = May the sixth atau the sixth of May

Ok, semoga bermanfaat…..

Beberapa tahun yang lalu, saya berdebat dengan seorang teman yang konon pernah belajar di negara kangguru. Dia mengatakan,”I am good in Maths“, saya bilang kalau good itu pasangannya at, tapi dia masih ngotot karena kalau diartikan Saya pandai dalam Matematika, toh dalam kan bahasa Inggrisnya in. Logika berbahasa Indonesia itu betul sekali, tapi kan kita menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Inggris ada yang dikenal dengan word partner atau pasangan kata dan jika diartikan langsung ke Bahasa Indonedia menjadi salah (common error in English).
Sama dengan suatu kalimat:”I am married with Lidya“, kalau diartikan ke Bahasa Indonesia, tidak ada yang salah dimana artinya “Saya menikah dengan Lidya”, tetapi sebenarnya pasangan married adalah to, jadi kalimat yang benar adalah “I am married to Lidya“.
Masih banyak lagi pasangan-pasangan kata seperti:
good/bad at, interested in, afraid of………..etc.
Dalam belajar bahasa Inggris terkadang kita tidak bisa langsung menterjemahkan menjadi bahasa Indonesia.

Kemarin saya baru saja memberikan pelatihan bulanan guru-guru di lembaga kami. Materi-materi yang diberikan lebih kepada soft skills dari seorang guru dan Alhamdulillah mereka cukup terbawa emosi yang positif selama pelatihan tersebut.
Beberapa materi yang diberikan adalah diantaranya Role of Teacher (Peran seorang Guru). Materi tersebut memang adalah materi wajib kami bagi para guru dan akan selalu diulang-ulang. Peran seorang guru adalah
1. Moderator
2. Counsellor
3. Advisor
4. Manager
5. Police
6. Parents
7. Guide
8. Censor
Pada pelatihan juga disinggung apakah kita ingin menjadi guru yang baik yang selalu mengikuti keinginan siswanya atau menjadi menjadi guru yang ideal yaitu mengetahui bagaimana kebutuhan siswanya dan menangani permasalahan siswanya.
Pada pelatihan juga diputarkan sebuah film inspirasi mengenai seorang guru yang merasa telah menjadi seorang guru yang baik tetapi pada saat dia menemukan salah seorang muridnya yang bermasalah, dia merasa bahwa sebenarnya dia tidak tahu bagaimana mengajar dan akhirnya dia belajar dari muridnya tersebut sehingga sang murid berhasil. Para guru yang menonton film tersebut merasa diobok-obok emosinya sehingga tak kuasa untuk meneteskan air mata dan kita menjadi merasa bahwa masih banyak yang harus dipelajari sebagai seorang guru. Menjadi seorang guru itu gampang tetapi menjadi seorang guru yang ideal, yang benar-benar memahami para siswanya, itu yang sulit….tapi sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan…..
Kemampuan soft skills dari seorang guru sangat penting dimiliki selain tentu saja kemampuan hard skills-nya. Kemampuan soft skill seorang guru diantaranya kemampuan untuk mengatasi permasalahan siswa baik yang menyangkut pelajaran maupun diluar itu, pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak, pengetahuan tentang bagaimana seorang anak itu belajar dan yang lainnya……
Dengan kita memiliki kemampuan soft skills yang baik diharapkan akan mempermudah kita dalam mengajar dan dapat mengoptimalkan materi yang dapat diserap oleh para siswa kita……..

Angka nol ditemukan oleh AlKhawaritzmi setelah sang Bapak Aljabar ini merasa aneh karena pada saat akan menuliskan angka tiga puluh, dia akan membuat kotak dimana kotak yang kiri diisi angka 3 dan kotak yang kanan dibiarkan kosong melompong.(http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/05/revolusi-alkhawaritzmi-matematika-sistematis/). Baru kemudian angka nol ditemukan dari India yang berarti kehampaan atau kekosongan. Terima kasih kepada Alkhawaritzmi atas penemuannya ini.
Dalam bahasa Inggris, penyebutan angka nol-pun bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Pernah tidak pada saat kita menonton pertandingan Badminton kelas dunia, sang wasit akan menghitung misalnya 2-0 dengan sebutan two-love, kok dia tidak bilang two-zero sebagaimana yang kita ketahui bahwa angka nol adalah zero dalam bahasa Inggris.
Mari kita bahas penyebutan angka nol dalam bahasa Inggris:
1. “Oh”, biasanya digunakan dalam konteks pengucapan no telfon terutama dalam British English, sementara dalam American English mereka memakai zero. Tapi saat ini keduanya dipakai dalam penyebutan angka nol dalam konteks nomor telfon.
Sebagai contoh: 8605480 = eight six oh five four eight oh
2. “Nought”, biasanya dalam konteks Matematika digunakan penyebutan ini dalam bentuk desimal. Misalnya: 0,8 = nought point seven, tetapi dapat menggunakan oh juga seperti 6,03 = six point oh three. Penyebutan ini mengingatkan saya pada salah satu makanan kesukaan kita yaitu donat. Konon aslinya kata donat adalah “doughtnought” kemudian dipersingkat menjadi “doughtnut” karena masih kepanjangan akhirnya menjadi “donut”. Itulah sebabnya bentuk donat bulat kali ya…..
3. “Zero”, pengucapan ini paling sering digunakan oleh orang, tetapi kita dapat mengkhususkan dalam pengucapan dalam konteks Temperatur.
Misalnya: -10 degrees = ten degrees below zero/minus ten degress.
4. “Nil”, biasanya ini digunakan dalam konteks olahraga lapangan luas yang melibatkan tim seperti sepak bola. Misalnya dalam sepak bola hasil pertandingan 2-0 = two nil.
5. “Love”, biasanya digunakan dalam konteks olahraga lapangan menggunakan alat seperti badminton, tennis, misalnya: 15-0 = fifteen love.
Penyebutan yang terakhir ini memang unik. Love diartikan sebagai angka nol dimana angka nol berarti kekosongan atau kehampaan, jadi…..silahkan simpulkan sendiri

“Tenses dalam bahasa Inggris ada berapa hayoo?”, tanya seorang pengajar bahasa Inggris. “Ada 12″….”Ada 8″…”Ada 16″….. Yang bener ada berapa ya?  Dari banyak sumber mengatakan ada 16 tenses.  Masih ingat waktu kita sekolah dulu bagaimana menghafal tenses? Yup…..kita diminta menghafal rumus atau kerennya structure.  Terus kalo 1 unsur aja lupa bisa kacau dong…..

Ada 3 hal yang menurut versi saya  bagaimana kita mengetahui rumus tenses dari suatu kalimat, yang perlu diketahui:

1.  Jenis kata kerja itu ada 3, biasanya Verb 1 disebut Infinitive, Verb 2 disebut Past Simple, Verb 3 disebut Past Participle.  Mari kita bikin ringkas bahwa Verb 1 biasa dipakai oleh tenses PRESENT, Verb 2 biasa dipakai oleh tenses PAST dan Verb 3 biasa dipakai oleh tenses PERFECT.

2.  Kita juga mengetahui bahwa keluarga Continuous diikuti oleh bentuk bare infinitive (V1)+ing dan sebelumnya ada to be (is, am, are, was, were, been).

3.  Kita juga mengetahui bahwa keluarga Perfect itu diikuti oleh Have, has dan had dimana have/has untuk bentuk present dan had untuk bentuk past.

Dengan mengetahui 3 hal diatas Insya Allah bisa tau kalimat itu tensesnya apa.  Kita coba yuk:

She had been living here ………………….

Yang perlu kita ketahui bahwa kunci tenses adalah KATA KERJA (VERB), dari kalimat diatas, verb-nya adalah living.

Kita mulai dari sana, kata living adalah masuk keluarga CONTINUOUS, untuk continuous kita tahu diikuti oleh to be, so kita lihat sebelumnya……ternyata to be -nya adalah been, kita ketahui bahwa been adalah to be bentuk kata kerja ke-3 dimana V3 adalah PERFECT, selanjutnya kita juga telah mengetahui bahwa keluarga perfect diikuti oleh kata bantu have, has atau had, jika kita lihat kata sebelumnya adalah had, jadi diambil kesimpulan bahwa Perfect-nya adalah dalam bentuk PAST.

Dapat deh tensesnya, yaitu PAST PERFECT CONTINUOUS.  Selamat mencoba….

1. Accuracy-or-fluency
2. Grammar….malas ah

Mana yang lebih penting dan didahulukan ya dalam bahasa Inggris???  Accuracy atau Fluency?  Apa sih accuracy itu?  Kata orang seh, accuracy itu ketepatan berbicara, tepat dalam grammar-nya, tepat juga dalam pemilihan katanya.  Kalau Fluency?  Fluency kata orang juga seh, bagaimana kita dapat terus berbicara dalam bahasa Inggris dan kita masih selalu mendapatkan ide untuk berbicara dalam jangka waktu tertentu.

Pada saat di sekolah dulu, para guru bahasa Inggris tercinta kita lebih banyak menekankan kepada accuracy, alasannya kan untuk persiapan ujian.  Nggak heran kalo banyak yang dapat nilai bagus bahasa Inggris tapi kalo disuruh bicara bahasa Inggris gelagapan.

Saya pernah memiliki seorang siswa yang sudah cukup umur, karena anak2nya yang sudah SMA-pun belajar dengan kami, anggaplah namanya Pak Paul.  Pak Paul seorang pendeta dan pernah dikirim ke Hawaii selama 3 bulan untuk studi banding di sana.  Pada saat itu saya berfikir kalau dia belajar ingin melncarkan bahasa Inggrisnya, jadi saya sarankan dia untuk ambil kelas conversation.  Dia langsung menolak, dia bilang untuk sekedar bicara dia sudah biasa (fluency) tapi dia ragu apakah bahasa Inggris-nya sudah benar jadi dia minta kelas reguler dimana disana lebih dititik beratkan pada grammar.

Darisana saya berfikir bahwa untuk belajar bahasa Inggris butuh keberanian, dengan keberanian kita bisa melakukan percakapan bahasa Inggris (fluency) pada saat merasa lancar berbahasa Inggris kita akan tersadar bahwa bahasa Inggris kita ada yg tidak benar terus dilanjutkan deh untuk perbaikan grammar-nya (accuracy).

Ada pendapat?

“Belajar Grammar dalam bahasa Inggris???  Malas ah…lagian kalo kita ngomong bahasa Inggris kan yang penting bisa nyambung……”, kata seorang teman.

Tapi apakah benar grammar tidak perlu???  Salah satu guru favorite saya pernah bilang,”Suka tidak suka kita harus belajar grammar karena grammar can show how educated you are.”  Jika kita telaah lebih jauh lagi benar juga karena tanpa grammar bagaimana kita menggunakan Bahasa Inggris dengan baik dan benar?  Salah satu bagian grammar yaitu Tenses merupakan indikator yang menunjukkan waktu kejadian suatu percakapan.  Nah…bisa berabe kan jika salah mengartikan?

Biar gak malas bagaimana sih belajar Grammar yang menyenangkan?  Nanti kita bahas satu persatu ya…….